MINYAK DAN HEGEMONI INTERNASIONAL

Tidak diragukan lagi, faktor utama hegemoni Barat terhadap dunia internasional dewasa ini adalah keunggulannya dalam bidang perindustrian, monopoli kekuatan, serta kecurangannya dalam berinteraksi dengan Negara-negara lain. Tidak bisa dipungkiri bahwa minyak merupakan sumber energi penggerak yang sangat dibutuhkan dalam industri dan kehidupan orang-orang Barat.
Bukan hanya karena minyak adalah sumber energi yang utama setelah berakhirnya era batu bara, tetapi juga karena penggunaan minyak yang sangat luas untuk kepentingan militer. Bahkan semua bidang perindustrian modern-dari obat, komestika, pakaian, plastik, hingga industri alat perang-tidak bisa lepas dari penggunaan minyak.
Melihat betapa pentingnya arti minyak, negara-negara Barat, khususnya Amerika Serikat, sudah membuat rencana penggunaan minyak untuk lima ratus tahun ke depan.
Amerika Serikat sangat kekurangan minyak dan menghadapi penipisan cadangan energi, begitu juga yang dialami oleh negara-negara sekutunya, seperti Jepang yang sama sekali tidak memproduksi minyak mentah.
Negara di kawasan Timur Tengah yang paling kaya dengan hasil tambangnya adalah Saudi Arabia. Bangsa Barat saling berebut untuk menguasai lahan-lahan basah di kawaan tersebut.
Dalam sistematikanya, Amerika Serikat dapat memperhitungkan cadangan minyaknya.dengan segala power yang dimiliki Amerika Serikat akan mencoba menguasai lahan-lahan basah tersebut. Perusahaan minyak asal Amerika Serikat pun telah lama berkuasa di kawasan Asia, termasuk Indonesia. Di Indonesiapun keberadaan perusahaan minyak asal Amerika Serikat banyak ditentang. Karena keberadaannya banyak merugikan Indonesia.
Jelas bahwa kawasan Arab Saudi merupakan kawasan terpenting di dunia dan menjadi incaran kekuatan-kekuatan yang tamak dan zalim. Karena itu, jelas bahwa kekuatan yang mempunyai hegemoni terhadap kawasan ini akan berkuasa terhadap urat nadi kehidupan dunia Barat, dan bisa saja mencekik Barat sampai nanti.
Hasil penelitian terakhir memperkirakan bahwa cadangan minyak Amerika Serikat akan habis pada tahun 2000, dan cadangan Uni Soviet akan habis pada tahun 2003.
Cadangan minyak terbesar di dunia ada di kawasan Teluk, khususnya Arab Saudi, dengan jumlah 60% dari seluruh cadangan minyak yang ada di dunia. Kalau produksinya berlanjut sesuai dengan rata-rata sekarang, maka cadangan minyak Arab Saudi akan bisa dieksploitasi hingga 125 tahun ke depan, Kuwait akan bertahan sampai 144 tahun ke depan, Irak sampai 98 tahun, sedangkan Uni Emirat arab sampai 120 tahun ke depan.
Di samping itu, terdapat perbedaan yang sangat menyolok dalam hasil produksinya. Ladang minyak Amerika Serikat hanya bisa memproduksi 18 barrel per hari, sementara ladang minyak Arab Saudi bisa memproduksi 18.000 barrel per hari untuk kurun waktu lebih dari 45 tahun.
DR. Safar Al-Hawali, mantan Dekan Fakultas Akidah Universitas Ummul Qura’ Mekkah, adalah tokoh yang banyak menyuarakan akan rencana busuk Amerika Serikat terhadap kawasan kawasan Timur-Tengah.
Selain itu, beliau juga mengungkapkan bahwa kira-kira sejak empat abad yang lalu kum Crussader berusaha untuk mengusai kawasan Teluk Arab, seperti yang dilakukan oleh bangsa Portugis. Pada abad lalu, persaingan antara Perancis dengan Inggris sempat memanas, hingga akhirnya Inggris berhasil menjadi penguasa tunggal di kawasan tersebut, dan seluruh negara Barat menyerahkan kawasan ini kepada Inggris. Kemudian tersingkaplah sumber-sumber minyak di sana, dan datanglah perusahaan-perusahaan Amerika Serikat ke kawasan tersebut.
Presiden Amerika Serikat saat itu, Richard Nixon, pernah mengatakan bahwa “Siapapun yang menguasai kawasan Teluk Arab dan Timur Tengah maka dia akan menguasai dunia dan suatu hari nanti kawasan Teluk Arab akan merasakan kemakmuran yang luar biasa dan bisa mengendalikan nasib dunia ini hanya dengan jari-jarinya”.
Sedangkan mantan Presiden Amerika Serikat yang lainnya Jimmy Carter, pernah mengucapkan kepada seorang penasehatnya, Dia berharap, “seandainya saja Tuhan menjauhkan ladang minyak itu sedikit saja ke Barat, niscaya masalah yang di hadapi Amerika Serikat akan jauh lebih mudah”.
Mengingat betapa pentingnya peranan minyak bagi kehidupan, maka kawaan ini sangat vital dalam berbagai sisi. Timur Tengah merupakan asal peradaban dan sarana penyambung hubungan internasional, karena tempat tersebut memiliki sensitivitas keagamaan dan sejarah yang tidak bisa dilupakan. Disinilah terjadi persaingan yang sengit selama berabad-abad, mulai dari masa Byzabtium (Romawi Timur), Tartar, Turki Utsmani, Portugis dan Inggris.

Leave a Reply